Menghindari Ghibah dan Menjaga Kehormatan Sesama

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sobat Dermawan yang dirahmati Allah SWT,

Dalam kehidupan sehari-hari, kita tentu sering berbincang dengan keluarga, teman, maupun orang-orang di sekitar. Dari sebuah percakapan, terkadang tanpa disadari pembicaraan dapat beralih kepada membahas keadaan atau kekurangan seseorang yang tidak berada di tempat. Hal yang terlihat seperti percakapan biasa ternyata dapat menjadi ghibah apabila yang dibicarakan adalah sesuatu yang tidak disukai oleh orang tersebut jika ia mengetahuinya. Karena itu, seorang Muslim perlu berhati-hati dalam membicarakan orang lain dan berusaha menjaga kehormatan sesama.

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.”
(QS. Al-Hujurat: 12)

Perumpamaan dalam ayat tersebut menunjukkan betapa seriusnya larangan ghibah dalam Islam. Ghibah bukan hanya berkaitan dengan perkataan yang buruk, tetapi juga dapat merusak hubungan dan kehormatan seseorang. Ketika sebuah kekurangan atau aib seseorang disampaikan kepada orang lain, informasi tersebut dapat menyebar dan menimbulkan dampak yang jauh lebih besar daripada yang kita bayangkan.

Sobat Dermawan,

Terkadang ghibah muncul dari kebiasaan yang dianggap sederhana, seperti membicarakan kekurangan teman, mengomentari kehidupan orang lain, atau menjadikan kesalahan seseorang sebagai bahan candaan. Bahkan ketika sesuatu yang dibicarakan memang benar, tetap tidak dibenarkan jika orang tersebut tidak menyukainya apabila hal itu diketahui. Oleh sebab itu, sebelum ikut dalam sebuah pembicaraan, penting bagi kita untuk berpikir apakah perkataan tersebut membawa manfaat atau justru membuka aib orang lain.

Menjaga kehormatan sesama juga berarti tidak mudah menyebarkan cerita yang belum jelas kebenarannya. Ketika mendengar kabar tentang seseorang, kita perlu berhati-hati sebelum mempercayai atau menyampaikannya kembali. Jangan sampai sebuah informasi yang belum tentu benar berubah menjadi fitnah dan merugikan orang yang menjadi bahan pembicaraan. Menahan diri dari menyebarkan kabar yang tidak jelas merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap sesama Muslim.

Kebiasaan menjaga ucapan perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Mereka dapat diajarkan untuk tidak mengejek teman, tidak menceritakan kekurangan orang lain, serta tidak menjadikan kesalahan seseorang sebagai bahan tertawaan. Ketika seorang anak belajar menghargai perasaan dan privasi orang lain, ia akan lebih memahami bahwa setiap manusia memiliki kehormatan yang harus dijaga.

Di Yayasan Alpha Indonesia Cabang Bogor, pembinaan anak-anak yatim dan dhuafa juga menjadi bagian dari proses menanamkan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diajak untuk membangun kebiasaan saling menghormati, berbicara dengan baik, dan menjaga hubungan dengan teman. Nilai tersebut penting agar mereka terbiasa menciptakan lingkungan yang penuh kepedulian, bukan saling menjatuhkan atau membuka kekurangan satu sama lain.

Sobat Dermawan,

Menjaga lisan dari ghibah memang membutuhkan kesadaran dan latihan. Ketika pembicaraan mulai mengarah pada keburukan seseorang, kita dapat memilih untuk tidak ikut menanggapi, mengalihkan pembicaraan, atau mengingatkan dengan cara yang baik. Lebih baik menggunakan waktu untuk membicarakan hal-hal yang bermanfaat daripada memenuhi percakapan dengan cerita tentang kekurangan orang lain.

Mari kita jaga kehormatan saudara-saudara kita sebagaimana kita ingin kehormatan diri sendiri dijaga. Jangan menjadikan aib orang lain sebagai bahan cerita, jangan mudah menyebarkan kabar yang belum jelas, dan biasakan lisan untuk mengucapkan sesuatu yang membawa kebaikan. Dengan menjaga perkataan, kita turut menjaga persaudaraan dan menciptakan hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang di sekitar kita.

Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk mengendalikan lisan, menjauhkan hati dari keinginan membicarakan keburukan orang lain, serta membimbing kita agar senantiasa menghormati dan menjaga kehormatan sesama. Semoga setiap perkataan yang kita ucapkan menjadi kebaikan dan tidak menjadi sebab terluka atau terzaliminya orang lain.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

7886-8868-05

129- 0011-3173-81

© 2026 All Rights Reserved By Yayasan Alpha Indonesia Bogor