Panti Asuhan Yatim Di Daerah Cileungsi
Memaknai Arti Silaturahmi Dan Manfaatnya Dalam Islam

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Sobat Dermawan, Silaturahmi merupakan amalan yang mungkin sering kali dianggap sepele oleh sebagian kaum muslimin. Padahal, Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamin bukan hanya mengatur ibadah seorang hamba kepada Allah, tetapi juga bagaimana manusia menjaga hubungan sosial dengan sesamanya.

Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial yang tidak bisa hidup seorang diri yang dimana kita saling membutuhkan, saling menolong, dan saling mendukung. Maka dari itu di sinilah pentingnya silaturahmi agar membangun hubungan kasih sayang dan kekeluargaan. Sayangnya, tidak sedikit orang yang mengabaikan perintah ini, bahkan sampai memutuskan hubungan hanya karena masalah duniawi, perbedaan pendapat, atau persoalan ekonomi.

Pengertian Silaturahmi dalam Islam

Secara bahasa, silaturahmi berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: shilah yang berarti “hubungan” dan rahim yang berarti “kasih sayang” atau “kerabat”. Dari sini dapat dipahami bahwa silaturahmi adalah menjalin kasih sayang dengan kerabat dan menjaga hubungan persaudaraan.

Dalam Islam, silaturahmi tidak hanya mencakup hubungan yang sudah baik, tetapi juga berusaha memperbaiki hubungan yang retak. Bahkan, Rasulullah SAW mengajarkan bahwa orang yang benar-benar menyambung silaturahmi adalah mereka yang tetap menjalin hubungan meskipun pihak lain berusaha memutusnya.

Perintah dan Anjuran Silaturahmi

Banyak ayat Al-Qur’an dan hadits yang menekankan pentingnya silaturahmi. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 83:

“Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin. Dan bertuturkatalah yang baik kepada manusia, laksanakanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Tetapi kemudian kamu berpaling kecuali sebagian kecil dari kamu, dan kamu (masih menjadi) pembangkang.”

Rasulullah SAW juga bersabda:
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Dalil-dalil tersebut menunjukkan bahwa menjaga silaturahmi adalah perintah agama yang bernilai ibadah. Bahkan, Allah menempatkan kata “kerabat” lebih dahulu daripada “anak yatim” dalam ayat di atas, yang menandakan betapa besar kedudukan silaturahmi.

Hukum Memutus Silaturahmi

Dalam Islam, memutuskan hubungan kekerabatan termasuk dosa besar. Rasulullah SAW bersabda:
“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Begitu pula dalam hadis riwayat Abu Daud dan Tirmidzi disebutkan bahwa dosa memutus silaturahmi akan dipercepat balasannya di dunia, disertai ancaman di akhirat. Karena itu, seorang muslim wajib berhati-hati agar tidak termasuk dalam golongan orang yang memutus tali kekeluargaan.

Namun, seseorang tidak dikatakan memutus silaturahmi hanya karena terhalang oleh jarak, keterbatasan waktu, atau kesulitan lainnya. Yang dimaksud memutus silaturahmi adalah benar-benar menolak berhubungan, tidak mau mengenal, dan enggan berinteraksi sama sekali dengan kerabat.

Manfaat Silaturahmi dalam Islam

Silaturahmi bukan hanya kewajiban, tetapi juga membawa banyak keberkahan. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Membuka pintu rezeki
    Rasulullah SAW bersabda:
    “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Bukhari & Muslim)

  2. Memperpanjang umur
    Dengan umur yang panjang, seorang hamba memiliki kesempatan lebih luas untuk berbuat kebaikan, memperbanyak amal, serta bertaubat atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

  3. Menghibur dan membantu kerabat
    Silaturahmi menjadi sarana untuk saling peduli. Terkadang ada saudara yang membutuhkan bantuan, tetapi segan untuk meminta. Dengan menjaga silaturahmi, kita bisa mengetahui kondisi mereka dan memberikan pertolongan tanpa harus diminta.

  4. Bukti keimanan kepada Allah
    Rasulullah SAW mengaitkan silaturahmi dengan tanda keimanan. Hal ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan baik dengan kerabat adalah bentuk nyata dari ketaatan kepada Allah dan iman kepada hari akhir.

  5. Menghilangkan perselisihan
    Banyak perselisihan terjadi karena salah paham atau masalah sepele. Silaturahmi membuka ruang untuk saling memaafkan dan memperbaiki hubungan yang renggang, sehingga terhindar dari kebencian yang berlarut.

  6. Mendapatkan rahmat Allah
    Dalam sebuah hadis qudsi Allah berfirman:
    “Aku adalah Ar-Rahman dan ia adalah rahim. Nama itu Aku ambil dari nama-Ku. Barang siapa menyambungnya, maka Aku akan menyambungnya (dengan rahmat-Ku), dan barang siapa memutuskannya, maka Aku memutuskan rahmat-Ku darinya.” (HR. Abu Dawud)

  7. Dijanjikan surga
    Silaturahmi bukan hanya mendatangkan kebaikan di dunia, tetapi juga balasan besar di akhirat. Rasulullah SAW bersabda:
    “Wahai manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah tali persaudaraan, dan shalatlah di malam hari ketika manusia terlelap tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Ibnu Majah)

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

7886-8868-05

129- 0011-3173-81

© 2025 All Rights Reserved By Yayasan Alpha Indonesia Bogor.